Sejarah Gereja Kristen Tritunggal
Gereja Kristen Tritunggal dimulai dari sekelompok orang-orang percaya yang bergabung, berbakti bersama-sama di sebuah rumah di Jl. Kalimantan, Teluk Betung. Persekutuan tersebut merupakan hasil rintisan dari Methodist Mission.Pada tahun 1944 persekutuan ini pindah ke Jl. Tenggiri, Teluk Betung. Mereka menamakan diri sebagai Cung Hwa Ci Tuk Ciaw Hwee (CHCTCH). Jemaat yang terdiri dari orang-orang Hokkian ini digembalakan oleh Meneer Wem Sahertian. Saat itu jumlah jemaat sekitar 40 orang.
Perkembangan ini mendorong kelompok tersebut untuk berdiri sendiri. Perpisahan dengan kelompok Hokkian peranakan merupakan tahap agar masing-masing dapat lebih berkembang. Maka sejak itu kaum Hokkian totok mendirikan Tiong Hwa Ki Tok Kau Hwee. Belakangan kaum Hokkian peranakan berkembang menjadi Gereja Kristus Teluk Betung (sekarang di Jl. Pattimura).
Tahun 1952, atas persetujuan residen Lampung yang berkedudukan di Palembang waktu itu, maka dihibahkan sebidang tanah di Jl. Veteran (sekarang WR. Supratman 131). Di atas tanah itulah didirikan sebuah rumah ibadah yang sederhana.
Pada tahun 1955, bergabung di dalam pelayanan di Tiong Hwa Ki Tok Kau Hwee, Ev. Ong Chai Beng (Pdt. Silas Obadja) untuk membantu tugas Pdt. G.H. Chang. Beberapa bulan kemudian Ev. Ong Chai Beng membentuk persekutuan pemuda yang disebut Tjhing Nien Pu atau Perkumpulan Kaum Muda Kristen dengan Ev. Ong Chai Beng sebagai ketuanya.
Ternyata kemudian perkembangan jemaat menjadi demikian pesat, sehingga selama kurun waktu 1956-1964 jumlah jemaat meningkat sampai kurang lebih 300 orang, besar kecil. Perkembangan jumlah jemaat ini mengakibatkan keperluan akan tempat ibadah yang lebih luas lagi. Oleh sebab itu pada tahun 1964 diadakan renovasi gedung gereja. Renovasi juga kemudian dilakukan terhadap gedung aula pada tahun 1985 dan pada tanggal 8 Agustus 1990 gereja ditahbiskan oleh Pdt. Stephen Tong.
Pada tanggal 6 Pebruari 1985 dimulai kebaktian untuk para ibu. Tahun 1987 para kaum ibu tertsebut memulai kelompok sel. Pada tanggal 16 Pebruari 1992 dimulai kebaktian untuk kaum pria.
Jemaat yang bertumbuh merupakan berkat tersendiri bagi gereja-Nya. Pertumbuhan jemaat juga merupakan buah pelaksanaan Amanat Agung Tuhan Yesus. Pada tanggal 21 Desember 1975 dimulai kebaktian Pos P.I Metro (sekarang GKT Cab. Metro).
Pada 3 Juli 1976 dimulai pula kebaktian Pos P.I Kotabumi (sekarang GKT Cab. Kotabumi).
Pada tanggal 4 Maret 1990 dimulai kebaktian Pos P.I Bandar Jaya yang merupakan hasil pergumulan GKT Cab. Metro. Sampai saat ini sudah ada 4 cabang GKT termasuk diantaranya GKT Cab. Pringsewu.
Bagi jemaat Teluk Betung sendiri semakin lama semakin dirasakan perlunya ibadah yang tidak lagi diterjemahkan. Maka pada tanggal 19 April 1992 dimulai kebaktian sebanyak dua kali, kebaktian pertama pada pukul 07.00 WIB dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan kebaktian kedua pukul 09.30 WIB dengan menggunakan bahasa Mandarin dengan khotbah yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia atau sebaliknya.
Perubahan Nama Gereja
Pada tahun 1966 diadakan perubahan nama gereja. Nama lama yaitu Ting Hwa Ki Tok Kau Hwee diganti dengan nama baru yaitu Gereja Kristen Tritunggal, disingkat GKT. Perubahan nama ini juga menegaskan kembali bahwa dasar iman gereja adalah Allah yang Tritunggal; Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Anak Roh Kudus.
Hamba Tuhan
Sementara waktu terus berjalan, pelayan-pelayan Tuhan yang melayani pun silih berganti datang dan pergi.
Hamba Tuhan yang pertama melayani adalah Pdt. Chang Guan Hong (Pdt. G.H. Chang).
Tahun 1955-1956, Ev. Han Kok Beng (Bishop Yohanes Handoyo) turut bergabung selama kurang dari setahun. Di tahun 1959 Ev. James Huang datang mengisi kekosongan tempat yang ditinggalkan oleh Ev. Han Kok Beng. Tahun 1960 Ev. Cen Ik Huang menggantikan Ev. James Huang.
Selama tahun 1966-1969 jemaat digembalakan oleh Ev. Lie Kuo Cung (Pdt. Paul Rusli). Berhubung pada tahun 1969 Ev. Lie Kuo Cung akan memperdalam pengetahuan di Singapore Bible College, maka tongkat estafet pelayanan diteruskan pada tahun 1970 kepada Ev. Tan Cu Tek (Pdt. Amos Tan, Alm). Pelayanan Ev. Tan Cu Tek dibantu oleh Ev. Wu Kuan Ching (Ev. Andrew Zabdi). Pada tahun 1975 Ev. Tan Cu Tek ditahbiskan menjadi pendeta dan peristiwa ini merupakan penthabisan pendeta pertama dalam lingkungan Gereja Kristen Tritunggal. Pada tahun 1978, Pdt. Tan Cu Tek pindah ke Jakarta untuk mendirikan Gereja Kristen Protestan Terang Hidup.
Tahun 1979 pelayanan dipimpin oleh Ev. Chen Nan Hwa (Ev. Teguh Lamda). Tahun 1979 Pdt. Alan Setiawan memimpin pelayanan sampai tahun 1981 sebelum kembali ke Jakarta untuk memimpin jemaat Gereja Kristen Baptis Jakarta.
Di tengah-tengah kesibukannya melayani jemaat di Bandung, Pdt. Paul Rusli menyempatkan diri mengisi pelayanan di sini (1981). Demikian pula halnya dengan Pdt. Ho Wie Hue (Pdt. Yakub Hosana) dari Gereja Kristus Jakarta sering membantu pelayanan di sini.
Dalam Nopember 1984 datang melayani Ev. Lydia Ch. Lucas (Ev. Lydia Kawatu). Kemudian pada bulan Juni 1986 hadir pula Ev. Yosua Susanto, yaitu seorang pemuda berasal dari Gereja Kristen Tritunggal yang telah menyelesaikan pendidikannya di Singapore Bible College. Bulan Agustun 1986, Ev. Yosua pindah ke Bandung. Bersamaan dengan itu, Ev. Matthew Tan yang selama ini melayani Gereja Kristen Tritunggal Cab. Kotabumi pindah untuk melayani jemaat di Teluk Betung sampai dengan tahun 1991 sebelum pindah ke Jakarta.
Bulan September 1990, Ev. Lydia menikah dengan Ev. Toni Kawatu dan pindah ke Kotabumi untuk menggantikan pelayanan Ev. Mattew Tan. Pada tahun 1990, Ev. Meilia Priskila dtang bergabung dalam pelayanan dan pada tahun itu juga Ev. Andrew Zabdi yang telah lama melayani pindah ke Jakarta.
Bulan Juli 1991 Pdt. Herman Soekahar beserta Ibu Pdt. Alice Soekahar datang untuk memimpin sidang jemaat Gereja Kristen Tritunggal. Pada bulan Pebruari 1992 Ev. Meilia menikah dengan Ev. B. Susanto Saap yang kemudian juga turut melayani di jemaat Teluk Betung. (Saat ini Ev. B.Susanto Saap & Melia melayani di Gereja Hok Im Tong di Bandung)
Gereja Kristen Tritunggal Cab. Metro pada awal berdirinya dilayani oleh hamba Tuhan dari Gereja Kristen Tritunggal Teluk Betung. Sampai pada tahun 1980 dipimpin oleh Pdt. Paulus Max. Pada tahun 1985, Ev. Philip Sarwom datang menggantikan kekosongan tempat yang ditinggalkan oleh Ev. Lim Wie Ing (Ev. Ni Putu Asmini). Saat ini Pdt. Asmini melayani sebagai hamba Tuhan di Gereja Kristen Tritunggal Teluk Betung (GKT PUSAT).
Gereja Kristen Tritunggal Cab. Kotabuni pada awalnya juga dilayani oleh hamba Tuhan dari Teluk Betung. Pada tahun 1977 pelayanan dipimpin oleh Ev. Yusman Liong. Pada tahun 1988 pelayanan dipimpin oleh Ev. Mattew Tan dimana sebelumnya pelayanan diisi oleh hamba Tuhan dari Teluk Betung maka pelayanan dipimpin oleh Ev. Toni Kawatu dab Ev. Lydia Kawatu (saat ini pelayanan si sebuah gereja di Jakarta).

Alamat:
Jalan W.R Supratman No 131
BANDAR LAMPUNG 35211
Telp. (0721) 482650 / 482133 / 473818
Fax. 481398
Website. www.gktlampung.org
Jalan W.R Supratman No 131
BANDAR LAMPUNG 35211
Telp. (0721) 482650 / 482133 / 473818
Fax. 481398
Website. www.gktlampung.org


























